Dari Kei Ke Korea, Talenta Indonesia Timur Siap Tampil di Round Festival 2026

YOGYAKARTA, (Mtimes) – Perjalanan dari Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, menuju panggung internasional bukan perkara mudah. Namun, keterbatasan akses tidak menghentikan Silet Open Up, Juan Reza, Jacson Zeran, Diva Aurel, dan Official Genas untuk membawa musik Indonesia Timur ke Korea Selatan.
Bersama Eastern Indo Collective (EIC), kolektif musik yang digagas Joshua Matulessy atau JFlow, mereka dijadwalkan tampil dalam Round Festival 2026 di Stadion Namdong, Incheon, pada Sabtu, 7 November 2026.
Festival musik tahunan hasil kerja sama negara-negara ASEAN dan Korea Selatan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan kekayaan musik dan budaya Indonesia Timur kepada penonton internasional.
Musik Indonesia Timur Bertemu Aransemen Modern
Dalam pertunjukan berdurasi sekitar 25 menit, EIC akan memadukan musik tradisional, perkusi, aransemen modern, dan tarian. DJ Chito Deona bertugas meracik musik, sementara Official Genas akan tampil bersama lima penari lainnya.
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah kolaborasi Silet Open Up, Juan Reza, Jacson Zeran, dan Diva Aurel dalam membawakan lagu Tabola Bale.
Berdasarkan keterangan dalam rilis, lagu tersebut telah meraih sekitar 580 juta penayangan di YouTube. Meski populer, keempat penyanyi itu belum pernah membawakan Tabola Bale bersama secara langsung dalam satu pertunjukan.
Kehadiran Official Genas juga melengkapi kolaborasi tersebut. Kreator dance asal Kepulauan Kei ini turut memopulerkan lagu Tabola Bale melalui tarian yang viral.
Lima Hari Perjalanan dari Kepulauan Kei
Sebelum berangkat ke Korea Selatan, rombongan EIC harus menempuh perjalanan laut sekitar lima hari untuk mencapai Yogyakarta, tempat mereka menjalani persiapan. Mereka singgah di Banda Neira, Ambon, dan Makassar sebelum melanjutkan perjalanan melalui Surabaya.
Menurut JFlow, biaya perjalanan dari Kepulauan Kei menuju Jakarta dapat mencapai Rp10 juta hingga Rp11 juta. Bagi sebagian anggota, perjalanan ini juga menjadi pengalaman pertama naik pesawat, mengunjungi Jakarta, dan bepergian ke luar negeri.
Meski menghadapi keterbatasan transportasi dan biaya, mereka tetap berlatih untuk menyatukan musik, aransemen, dan gerakan tari.
Persiapan tersebut mendapat dukungan ARTOTEL Group yang menyediakan fasilitas latihan dan akomodasi di Yogyakarta. Bank BTN, DANA, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, HMNS Perfume, dan sejumlah mitra lainnya turut mendukung perjalanan EIC.
COO ARTOTEL Group, Eduard Rudolf Pangkarego, menilai talenta lokal perlu mendapat kesempatan untuk berkembang dan memperkenalkan potensi Indonesia di tingkat internasional.
Membawa Identitas Indonesia Timur ke Panggung Dunia
Dalam Round Festival 2026, EIC dijadwalkan tampil pada jam utama atau prime time, satu slot sebelum penampilan terakhir.
Bagi mereka, kesempatan ini bukan sekadar tampil di luar negeri. Mereka ingin menunjukkan bahwa talenta dari daerah juga mampu menembus panggung internasional dengan membawa identitas budaya sendiri.
Melalui semangat From Kei to Korea, EIC membawa lebih dari sekadar musik dan tarian. Mereka membawa cerita tentang perjuangan, kolaborasi, dan mimpi anak-anak muda Indonesia Timur yang terus berkembang meski menghadapi keterbatasan akses.
