Rawa Belong Resmi Jadi Kampung Budaya 2026, Silat Cingkrik Jadi Warisan Andalan Betawi

JAKARTA (Mtimes) – Di tengah pesatnya perkembangan Jakarta sebagai kota metropolitan, Rawa Belong di Jakarta Barat menyimpan warisan budaya Betawi yang tetap hidup di tengah masyarakat. Tak hanya dikenal sebagai sentra perdagangan bunga, kawasan ini juga memiliki tradisi silat Cingkrik, kesenian Betawi, serta ikatan sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kekayaan budaya tersebut kini mendapat ruang lebih luas melalui penetapan Kampung Silat Rawa Belong sebagai Kampung Budaya 2026. Inaugurasi yang digelar di Pasar Bunga Rawa Belong, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Sabtu (24/10/2026), menjadi langkah untuk memperkuat pelestarian budaya Betawi sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini mengusung tema “Melestarikan Silat, Menghidupkan Seni, Menjalin Silaturahmi”. Tema tersebut mencerminkan upaya menjaga tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah perubahan zaman.

Kepala Bidang Pengembangan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Arista Nurbaya, mengatakan Rawa Belong memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari destinasi religi dan pusat perdagangan bunga hingga seni bela diri tradisional Betawi, silat Cingkrik.

“Rawa Belong punya silat Cingkrik yang merupakan warisan asli dari kampung budaya ini. Jadi, kami memberikan peluang agar lebih berkembang ke depannya dan sustain buat mereka,” ujar Arista.

Menurut dia, penetapan Kampung Budaya Rawa Belong merupakan langkah awal untuk mendorong pengembangan kegiatan kebudayaan secara berkelanjutan. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membuka peluang bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Karena itu, kolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai penting agar potensi budaya Rawa Belong dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Silat Cingkrik dan Kesenian Betawi Terus Dihidupkan

Bagi masyarakat Rawa Belong, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Tradisi silat, kesenian, nilai religius, keberanian, keramahan, dan sopan santun menjadi bagian dari identitas yang terus dijaga.

Ketua Kampung Silat Rawa Belong, H. Amran, berharap penetapan tersebut dapat memperkuat peran kampung sebagai ruang belajar dan pewarisan budaya, khususnya bagi generasi muda.

Ia ingin anak-anak dan generasi penerus memiliki kesempatan untuk belajar, berlatih, serta mengembangkan kemampuan dalam seni bela diri tradisional. Lebih dari itu, mereka juga diharapkan mengenal nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

Amran menegaskan, silaturahmi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan Kampung Silat Rawa Belong. Melalui kebersamaan, masyarakat dapat mempererat persaudaraan sekaligus membangun hubungan baik lintas generasi.

Ke depan, pengelola Kampung Silat Rawa Belong berupaya mengadakan kegiatan rutin setiap tahun, antara lain peringatan hari ulang tahun kampung dan halal bihalal pada bulan Syawal.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, mengevaluasi perkembangan kampung, serta menjaga hubungan antarmasyarakat.

Amran juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Jakarta Barat beserta jajarannya dalam mendorong pelestarian budaya di wilayah tersebut.

Pemkot Jakarta Barat Siapkan Dukungan Kegiatan Berkala

Dukungan terhadap pengembangan Kampung Budaya Rawa Belong juga disampaikan Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Arif Rahman.

Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung kegiatan kesenian melalui fasilitasi program yang terencana dan berkelanjutan.

“Sudin Jakarta Barat nanti akan memfasilitasi kegiatan atau mendukung kegiatan-kegiatan yang menjadi agenda rutin minimal satu kali satu triwulan. Ini agenda kita bersama ke depan melalui dukungan-dukungan dan supporting kesenian yang terprogram,” kata Arif.

Sementara itu, Lurah Sukabumi Utara, Ali Sahidin, menyebut aktivasi Kampung Budaya Rawa Belong sebagai langkah strategis untuk menerapkan hasil kajian pengembangan kampung budaya ke dalam aksi nyata pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, dan pemajuan kebudayaan Betawi berbasis masyarakat.

Menurut Ali, proses pembentukan Kampung Budaya Rawa Belong telah melalui sejumlah tahapan sejak 2022, mulai dari identifikasi kawasan, pendampingan, inventarisasi potensi, hingga penyusunan strategi pengembangan.

Rawa Belong menjadi salah satu dari lima kawasan yang diidentifikasi sebagai episentrum Kampung Budaya di Jakarta, bersama Marunda, Tanah Abang, Petukangan, dan Condet.

Inaugurasi tahun ini sekaligus menjadi tahap aktivasi Kampung Budaya Rawa Belong sebagai proyek percontohan pengembangan kebudayaan berbasis partisipasi masyarakat.

Pertunjukan Budaya Meriahkan Inaugurasi

Inaugurasi Kampung Budaya Rawa Belong 2026 turut dimeriahkan beragam pertunjukan seni dan tradisi Betawi. Sejumlah atraksi yang ditampilkan antara lain manusia petasan, flashmob pencak silat Cingkrik, palang pintu, tari tradisional Lenggang Pukul, gambus, serta pertunjukan lenong Betawi sebagai acara puncak.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kekayaan budaya Rawa Belong tidak berhenti pada seni bela diri, tetapi juga mencakup berbagai ekspresi seni yang tumbuh bersama kehidupan masyarakatnya.

Dengan dukungan pemerintah, komunitas budaya, pelaku usaha, dan masyarakat, Kampung Budaya Rawa Belong diharapkan berkembang menjadi ruang pelestarian tradisi sekaligus destinasi wisata budaya yang memberikan manfaat bagi warga.

Di tengah wajah Jakarta yang terus berubah, keberadaan kampung budaya menjadi pengingat bahwa kemajuan kota tidak harus menghapus akar tradisinya. Rawa Belong kini memiliki peluang lebih besar untuk menjaga warisan Betawi agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Tagging :