Nanas Punya Segudang Manfaat, tetapi Konsumsi Berlebihan Bisa Picu Keluhan

JAKARTA, (Mtimes) — Nanas dikenal sebagai buah tropis dengan rasa manis, segar, dan sedikit asam. Selain menyegarkan, nanas juga mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, mulai dari vitamin C, mineral, serat, hingga enzim bromelain.

Mengutip Healthline, kandungan antioksidan dalam nanas membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat merusak sel. Karena itu, nanas dapat menjadi salah satu pilihan buah untuk melengkapi pola makan sehat.

Salah satu manfaat nanas adalah membantu melancarkan pencernaan. Enzim bromelain membantu memecah protein menjadi bagian yang lebih kecil sehingga tubuh lebih mudah mencernanya. Sementara itu, kandungan seratnya mendukung kesehatan saluran cerna.

Nanas juga berpotensi membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam nanas, termasuk bromelain, memiliki efek antiinflamasi. Namun, peneliti masih membutuhkan studi lebih lanjut untuk memastikan manfaat tersebut pada manusia, termasuk kaitannya dengan penurunan risiko kanker dan penyakit jantung.

Manfaat Nanas untuk Kesehatan

Ahli gizi Anjali Mukerjee mengatakan bromelain berpotensi membantu melancarkan aliran darah.

“Bromelain membantu melebarkan pembuluh darah dan memiliki efek anti-pembekuan, sehingga bisa membantu menurunkan risiko stroke dan serangan jantung,” ujarnya, dikutip dari NDTV.

Selain itu, nanas mengandung vitamin C yang membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan kolagen, protein yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan kulit dan membantu proses penyembuhan luka.

Bromelain juga berpotensi membantu meredakan nyeri dan pembengkakan akibat peradangan, termasuk pada penderita radang sendi.

Ahli gizi dari Cleveland Clinic, Julia Zumpano, RD, LD, menjelaskan bahwa bromelain dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

“Bromelain tampaknya menghasilkan zat yang melawan rasa sakit dan pembengkakan,” katanya.

Nanas juga kerap masuk dalam menu orang yang sedang menurunkan berat badan atau memulihkan kondisi tubuh setelah berolahraga. Kandungan air dan seratnya dapat membantu memberikan rasa kenyang.

Meski begitu, nanas bukan buah pembakar lemak. Penurunan berat badan tetap bergantung pada pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, dan keseimbangan asupan kalori.

“Namun, menambahkan buah sehat ini ke dalam pola makan tentu tidak merugikan,” ujar Zumpano.

Dari sisi nutrisi, satu cangkir nanas potong atau sekitar 165 gram mengandung sekitar 82,5 kalori dan 2,3 gram serat. Nanas juga kaya vitamin C serta mengandung mineral penting, seperti kalium, magnesium, mangan, dan zinc.

Makanan yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Nanas

Meski kaya nutrisi, konsumsi nanas tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Kandungan asam dan enzim bromelain pada buah ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian orang, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

Mengutip Times of India, sejumlah kombinasi makanan disebut dapat memicu gangguan pencernaan. Namun, tidak semua kombinasi tersebut terbukti berbahaya secara medis.

Produk susu, seperti susu dan keju, misalnya, dapat berinteraksi dengan bromelain yang memecah protein. Interaksi ini tidak otomatis membuat kombinasi nanas dan produk susu berbahaya. Nanas justru kerap digunakan dalam berbagai olahan makanan berbahan dasar susu.

Makanan tinggi karbohidrat, seperti roti dan pasta, juga tidak secara umum dilarang dikonsumsi bersama nanas. Efeknya terhadap pencernaan dapat berbeda pada setiap orang.

Hal yang lebih perlu diperhatikan adalah konsumsi nanas bersama makanan atau minuman yang dapat memperburuk keluhan lambung, terutama bagi orang yang memiliki refluks asam atau gastritis. Rasa asam nanas dapat memicu gejala pada sebagian orang.

Konsumsi nanas dalam jumlah berlebihan juga dapat menyebabkan keluhan pencernaan.

Ahli gizi Breanna Woods, RD, mengingatkan bahwa seseorang dapat mengalami mual dan nyeri ulu hati jika mengonsumsi nanas terlalu banyak.

“Ada kemungkinan Anda mengalami mual dan nyeri ulu hati jika makan terlalu banyak nanas,” ujarnya, dikutip dari Everyday Health.

Bagi penderita diabetes, nanas tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, mereka perlu memperhatikan porsi dan kandungan karbohidratnya agar asupan gula darah tetap terkontrol.

Sementara itu, penderita refluks asam atau gastritis sebaiknya menyesuaikan konsumsi nanas dengan toleransi tubuh. Jika buah ini memicu gejala, kurangi porsinya atau hindari sementara.

Pada dasarnya, nanas dapat memberikan beragam manfaat jika dikonsumsi dalam porsi wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang. Alih-alih menghindari kombinasi makanan tertentu tanpa alasan yang jelas, perhatikan porsi, kondisi kesehatan, dan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.

Tagging :