Konser Perdana Kanye West di Indonesia, Visual Megah tapi Minim Interaksi
JAKARTA, (Mtimes) – Rapper Ye alias Kanye West sukses mengguncang Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, lewat konser tunggal perdananya di Indonesia bertajuk Ye Live in Jakarta, Sabtu malam, 24 Oktober 2026.
Tepat pukul 21.00 WIB, puluhan ribu penonton langsung bersorak ketika Ye muncul dari atas Dome Stage. Panggung berbentuk bola dunia raksasa dengan konsep 360 derajat ini menjadi salah satu elemen ikonik dalam rangkaian tur Ye kali ini.
Ye membuka penampilannya dengan “KING”, trek dari album terbarunya, BULLY (2026). Tanpa jeda panjang, ia langsung melanjutkan setlist dengan dua lagu bertema Father, yakni “FATHER” dari album BULLY, hasil kolaborasi bersama Travis Scott, serta “Father Stretch My Hands Pt. 1” dari album The Life of Pablo (2016).
Aksi panggung Ye di atas Dome Stage semakin memukau berkat dukungan kembang api, videotron di bagian atas tribun, serta permainan lighting dan laser yang berpadu dengan setiap beat drop dari lagu-lagunya.
Kombinasi tersebut membuat penampilan Ye terasa megah sekaligus memberikan pengalaman visual yang kuat bagi penonton.
Tak hanya mengandalkan visual, konser ini juga ditunjang kualitas sound yang impresif. Medcom.id yang menyaksikan langsung dari area festival merasakan ambience konser yang terasa kuat, dengan tata suara yang mendukung setiap detail musik Ye sepanjang pertunjukan.
Kanye West Tampil Minim Fan Service
Selama hampir dua jam, Ye membawakan total 32 trek dari setlist konsernya di Jakarta. Deretan lagu tersebut mencakup sejumlah hits yang sudah akrab di telinga penggemar, seperti “Bound 2”, “Heartless”, “Jesus Walks”, dan “Ghost Town”.
Ye kemudian menutup pertunjukan dengan “Runaway”, salah satu lagu paling ikonis dalam diskografinya. Lagu tersebut menjadi klimaks konser yang mengandalkan kekuatan musik, tata panggung, dan visual sebagai daya tarik utama.
Meski tampil dengan produksi panggung berskala besar, Ye terbilang minim interaksi dengan penonton. Sepanjang pertunjukan, hampir tidak ada fan service yang diberikan, bahkan sekadar menyapa para penggemar yang memadati SUGBK.
Dengan begitu, pengalaman konser Ye di Jakarta lebih banyak bertumpu pada penampilan musikal dan kemegahan produksinya ketimbang interaksi langsung dengan penonton.
Debut Manis Promotor Raw Vision Collective
Konser Ye Live in Jakarta juga menjadi debut konser bagi promotor Raw Vision Collective. Secara keseluruhan, penyelenggaraan acara ini terbilang sukses, dengan alur masuk penonton yang tertata mulai dari pemeriksaan di gate hingga menuju area konser di dalam stadion.
Pengalaman penonton turut didukung kualitas sound, visual, dan lighting yang berjalan tanpa kendala berarti. Promotor juga memperhatikan mobilitas penonton setelah konser dengan menyediakan tambahan jam operasional MRT untuk membantu perjalanan pulang.
Kelancaran tersebut menjadi catatan positif bagi Raw Vision Collective dalam menggelar konser berskala besar. Kolaborasi dengan tim show director Ye turut menjadi bagian penting dalam menghadirkan pertunjukan yang menggabungkan musik, teknologi, dan produksi panggung megah di GBK.

