Instagram Rilis Video Panjang 90 Menit Bakal Jadi Cuan Baru, YouTube Mulai Ketar-ketir
JAKARTA (Mtimes) – Instagram secara resmi sedang menguji coba fitur baru bernama “Features” yang memungkinkan pengguna mengunggah video horizontal (landscape) dengan durasi hingga 90 menit.
Langkah ini menandai perubahan besar bagi Instagram yang selama ini identik dengan konten video pendek vertikal lewat Reels.
Melalui uji coba ini, Meta selaku induk perusahaan Instagram diproyeksikan bakal menantang dominasi YouTube dalam merebut hati para kreator konten berdurasi panjang.
Dikutip dari laporan TechCrunch, uji coba Features dan fitur “Clips as Reels” saat ini berlangsung di Brasil dan akan diperluas ke sejumlah pengguna di Amerika Serikat. Belum ada pengumuman bahwa fitur tersebut tersedia secara luas, termasuk di Indonesia.
Selama ini, video pendek efektif mendorong orang berbagi konten, tetapi belum tentu menghasilkan pendapatan langsung yang besar bagi pembuatnya. Bos Instagram, Adam Mosseri, mengakui bahwa kreator di platform tersebut terutama memperoleh uang dari kerja sama merek, sementara sebagian lainnya mendapat dukungan penggemar.
Kreator Tak Perlu Pindah ke YouTube
YouTube memiliki mekanisme monetisasi yang lebih langsung melalui iklan. Kreator yang tergabung dalam YouTube Partner Program menerima 55 persen pendapatan iklan yang dihasilkan video mereka.
YouTube juga menyatakan telah membayar lebih dari USD100 miliar kepada kreator, artis, dan perusahaan media selama empat tahun sebelumnya.
Model tersebut sulit ditiru lewat video pendek karena durasinya memberi ruang lebih terbatas untuk penempatan iklan. Akibatnya, bagi sebagian kreator, Instagram dan TikTok lebih berfungsi sebagai tempat promosi untuk mengarahkan audiens ke kanal YouTube mereka.
Instagram berupaya mengubah pola itu. Melalui “Clips as Reels”, kreator dapat memotong video panjang menjadi Reels yang mengarahkan penonton ke konten lengkapnya. Penonton juga dapat menyimpan video panjang untuk ditonton melalui aplikasi Instagram di televisi.
Vice President of Product Instagram, Tessa Lyons, mengatakan Reels tetap menjadi bagian penting dari layanan tersebut. Namun, pengguna juga seharusnya bisa menikmati konten yang lebih mendalam dari kreator favorit tanpa harus meninggalkan Instagram.
“Reels akan tetap menjadi bagian inti Instagram. Namun, ketika Anda ingin mengenal lebih jauh kreator yang disukai dan konten yang mereka buat, Anda seharusnya bisa melakukannya di Instagram,” ujar Lyons dalam pengumuman video, seperti dilansir dari medcom.
Monetisasi Video Panjang Masih Penjajakan
Video panjang berpotensi memberi Meta ruang lebih besar untuk menampilkan iklan, tetapi perusahaan belum mengumumkan skema pendapatan jangka panjang untuk Features.
Juru bicara Meta mengatakan perusahaan sedang menjajaki cara agar kreator memperoleh penghasilan dari merek, penggemar, dan Instagram, termasuk insentif berbasis performa.
Instagram pernah mencoba strategi video panjang melalui IGTV, tetapi layanan itu kemudian dihentikan.
Kali ini, pendekatannya berusaha menggabungkan video panjang dan pendek, bukan menggantikan Reels. Instagram juga mengembangkan fitur penemuan konten Live serta hub di profil kreator untuk menampung Reels episodik yang saling terhubung.

