Sebelum Berpulang, Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Sempat Beri Arahan kepada CPNS

JAKARTA (Mtimes) – Kabar duka datang dari lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026) sore.

Kepergian Atika menyisakan duka mendalam bagi jajaran Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, hingga menjelang akhir hayatnya, almarhumah masih menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pejabat di lingkungan pemerintahan daerah.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, membenarkan kabar wafatnya Atika. Ia mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, almarhumah masih sempat memberikan arahan dan motivasi kepada para calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang baru dilantik menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Tadi sore beliau juga sempat memberikan arahan serta motivasi bagi para CPNS yang baru dilantik menjadi PNS,” ujar Sigit, Rabu (4/11/2026).

Menurut Sigit, kepergian Atika merupakan kehilangan besar bagi Pemprov DKI Jakarta. Ia mengenang almarhumah sebagai sosok yang memiliki dedikasi, kontribusi, dan tanggung jawab tinggi selama mengabdi kepada masyarakat Jakarta.

“Kami segenap jajaran Pemprov DKI Jakarta benar-benar kehilangan salah satu pejuang dan sahabat terbaik di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Kami sangat kehilangan sosok yang luar biasa atas segala kontribusi, dedikasi, dan tanggung jawab beliau selama bertugas di Pemprov DKI,” katanya.

Sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah Atika sempat disemayamkan di RSUD Tarakan untuk penanganan awal. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka di Kompleks DKI Blok O.6, RT 017/RW 002, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan rencana pemakaman almarhumah pada Kamis (5/11/2026) di TPU Pondok Kelapa. Adapun kepastian waktu pemakaman masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga.

Mengabdi untuk Jakarta Sejak 1998

Atika Nur Rahmania bukan sosok baru dalam perjalanan birokrasi Pemprov DKI Jakarta. Ia telah mengabdikan diri di lingkungan pemerintahan ibu kota sejak 1998, setelah menyelesaikan pendidikan Ilmu Komunikasi dan Media di Universitas Indonesia pada 1996.

Pada awal kariernya, Atika ditempatkan di Badan Perencanaan Daerah. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister melalui beasiswa di Universitas Indonesia dengan mengambil bidang Studi Pembangunan Sosial.

Dalam perjalanan pengabdiannya, Atika terlibat dalam sejumlah agenda strategis pembangunan Jakarta. Di antaranya merancang Sistem Informasi Anggaran dan Perencanaan serta berkontribusi dalam persiapan proyek MRT Jakarta Fase 1.

Pada 2011, ia mendapat penugasan di Badan Pajak Jakarta untuk membantu membangun kantor pajak daerah yang baru. Pengalamannya di bidang tersebut kemudian membawanya terlibat dalam reformasi administrasi perpajakan daerah, termasuk melalui kolaborasi dengan Kementerian Keuangan dan Asian Development Bank (ADB).

Ia juga terlibat dalam upaya meningkatkan kepatuhan perpajakan melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain di bidang perencanaan dan administrasi pemerintahan, Atika turut berkontribusi dalam pengembangan sejumlah program sosial dan ruang publik Jakarta. Beberapa di antaranya adalah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Jakarta Creative Hub, hunian sementara bagi pasien pengobatan kanker, serta pengembangan konsep Taman Budaya Reborn of Ismail Marzuki.

Pernah Pimpin Diskominfotik, Kembangkan JAKI

Karier Atika semakin dikenal ketika pada Agustus 2018 dipercaya menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta. Jabatan tersebut diembannya hingga September 2022.

Selama memimpin Diskominfotik, Atika mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi super JAKI (Jakarta Kini), yang menjadi salah satu pintu akses layanan dan informasi publik bagi warga Jakarta.

Selain itu, ia turut mendorong pengembangan situs web Tanggap Covid-19 dan platform pemantauan banjir Jakarta.

Berbagai inovasi digital tersebut mengantarkan Pemprov DKI Jakarta meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional maupun internasional, antara lain Identik Awards, ASEAN ICT Awards, dan WSIS Prize.

Atika juga berperan dalam memperkuat komunikasi publik Pemprov DKI Jakarta serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekosistem kota cerdas atau smart city.

Kolaborasi internasional dengan Berlin dan Uni Eropa melalui Program Smart Change serta pengembangan Jakarta Future City Hub menjadi bagian dari upaya tersebut.

Kembali ke Bidang Perencanaan Pembangunan

Pada September 2022, Atika dipercaya menjabat Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta. Penugasan ini sekaligus membawanya kembali ke bidang perencanaan pembangunan yang telah digelutinya sejak awal berkarier di Pemprov DKI Jakarta.

Di posisi tersebut, ia mendorong penyempurnaan proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah. Ia juga memperkenalkan pendekatan inovatif dan kreatif untuk mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

Salah satu agenda yang dikembangkan adalah Jakarta Future City Hub sebagai laboratorium pembangunan perkotaan. Melalui inisiatif ini, berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat berkolaborasi mengidentifikasi persoalan dan merumuskan solusi bagi tantangan pembangunan Jakarta.

Pada 2017, sebelum menduduki sejumlah jabatan strategis tersebut, Atika juga terpilih mengikuti Program Kepemimpinan IDEAS di MIT Sloan School of Management. Program itu mempertemukannya dengan para pemimpin lintas sektor untuk membangun kolaborasi dan mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan di Indonesia.

Kepergian Atika Nur Rahmania meninggalkan catatan panjang pengabdian bagi Jakarta. Dari perencanaan pembangunan, reformasi perpajakan, transformasi digital, hingga pengembangan konsep kota global, berbagai kiprahnya menjadi bagian dari perjalanan perubahan ibu kota.

Selamat jalan, Atika Nur Rahmania. Semoga segala pengabdian dan amal ibadah almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Innalillahi wa innailaihi raji’un.

Tagging :